Sunday, July 8, 2007

INTELLIGENT DESIGN

Teori Penangkal Kebodohan Ala Darwin

Semakin seseorang dekat dengan ilmu pengetahuan

Semakin dekat pula ia dengan poros keyakinan

Bahwa dibalik penciptaan bumi dengan segala isinya

Pasti ada Tangan Maha Hebat yang menciptakannya

Dialah Allah, Yang Maha Cerdas

Kelanjutan dari edisi kemaren, kita masih akan membahas tentang benar gak sech Teori Evolusi yang dikemukakan sama Charles Darwin. Okey, Let’s check it out!

Tak seorang pun yang bisa mengingkari bahwa ilmu pengetahuan memang sejalan dengan tuntutan akidah. Bahkan dunia barat yang kini menjadi kiblat ilmu pengetahuan awalnya berbondong-bondong belajar seluruh inti sari kehidupan itu di pusat-pusat kebudayaan Islam. Namun seiring kekalahan Islam dalam Perang Salib dan semakin jauhnya generasi muda Islam dari Al-Qur’an, semangat untuk menggali ilmu pengetahuan dari sumber yang paling hakiki, yaitu Al-Qur’an. Bahkan tak mampu membendung invasi ilmu pengetahuan yang menyesatkan akidah, seperti Teori Evolusi Darwin.

Semakin lama teori Evolusi Darwin menghiasi benak alam pikiran umat manusia, tidak terkecuali dengan Umat Islam yang sudah meyakini hal ini sebagai asal-usulnya. Pada QS. At-Tiin : 4, Manusia dicipakan dari segumpal darah dalam bentuk yang seindah-indahnya. Ayat diatas sangat bertentangan dengan teori Evolusi Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi kera yang jeleknya amit-amit gak ketulungan. Secara sekarang berpikirlah melihat bentuk fisik kita sekarang ini yang secantik Dian Sastro atau seganteng Nicholas Saputra pasti kita gak akan rela.

Seiring dengan berjalannya waktu telah ditemukan suatu Intelligent Design Theory alias Teori Perancangan Cerdas yang justru ditemukan saat ahli-ahli dari berbagai cabang ilmu bekerja keras untuk membuktikan teori Evolusi itu benar. Namun, harapan besar itu ternyata berhadapan dengan bukti-bukti yang sangat bertentangan dengan teori yang mereka usung. Bukti yang mereka temukan justru menguatkan satu jawaban, bahwa apapun yang tercipta di muka bumi memiliki Pencipta yang Maha Cerdas. Ini membuktikan adanya eksistensi Allah dalam keterlibatannya menciptakan manusia. Jadi, dapat dikatakan bahwa Evolusi adalah suatu hal yang mustahil.

Temuan Homo Florensis yang menghebohkan tentang makhluk kerdil di luar spesies manusia, akhirnya juga membuka kedok kebohongan-kebohongan ilmuwan pendukung teori Darwinisme. Fosil Homo Florensis yang ditemukan di Gua Liang Bua, Pulau Flores dengan kerangka otak dengan volume 380 cc ( sangat kecil bahkan untuk simpanse sekalipun ), tinggi sekitar 1 meter dan diperkirakan hidup 95.000 dan 12.000 tahun lalu. Para ilmuwan yang mendukung Teori Evolusi mengatakan bahwa hal ini adalah hasil adaptasi kehidupan yang ada di Pulau Flores.

Di abad milennium ini, Fenomena orang kerdil sudah tak asing lagi. Orang kerdil ini memiliki kelainan kelenjar pituitary atau berkepala kecil sejak lahir atau pengecilan ukuran dalam batas yang dimungkinkan oleh perbendaharaan genetisnya. Itu semua adalah fenomena biasa dalam kehidupan manusia yang tidak lantas melahirkan sebuah spesies baru sebagai jenis baru hasi evolusi.

Mengutip sebuah ungkapan dari Philip Johnson, filsuf Amerika :

”Kita ada disini sebagai hasil karya Pencipta cerdas yang memunculkan keberadaan kita untuk sebuah tujuan. Keberadaan kita dan apa yang ada diatas makhluk hidup lainnya adalah hasil kerja sadar yang memiliki tujuan dari Sang Pencipta.”...(QQ)